Mecer "Bapak Koperasi" Dayak

A.R. Mecer. Dok. istimewa.

Hari ini (12 Juli) ditetapkan sebagai Hari Koperasi Nasional (Harkopnas). Tahun 2023 adalah peringatan yang ke-76. Yang istimewa adalah Harkopnas tahun ini diperkenalkan dengan nama baru yakni: Hari Koperasi Indonesia (HKI).


Baca artikel detikjateng, "Hari Koperasi Indonesia ke-76 2023: Ini Tema dan Logonya" selengkapnya https://www.detik.com/jateng/berita/d-6815944/hari-koperasi-indonesia-ke-76-2023-ini-tema-dan-logonya.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Kita sama mafhum bahwa Bung Hatta tidak pernah bisa dilepaskan dari Koperasi. Bahkan dipercaya bahwa gagasan UUD 1945 pasal 33 berasal dari Bung Hatta. Pasal 33 UUD '45 yang mengamamatkan bahwa, "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan," muncul dari gagasan dan usulan oleh satu dari dua proklamator kemerdekaan Indonesia.
Baca CU Keling Kumang Di Sanggau

Diyakini yang dimaksudkan bentuk Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan" adalah Koperasi. Credit Union (CU) satu dari seribu satu macam koperasi ternyata berakar dan tumbuh subur di bumi Borneo. Sedemikian rupa, sehingga tidak syak lagi untuk menyatakan bahwa masyarakat Kalimantan Barat menerapkan Pasal 33 UUD '45 dengan sungguh dan konsekuen.

Di Kalimantan Barat, ada seorang tokoh koperasii "Hatta-"nya bumi Khatulistiwa yakni Mecer.

Di Kalimantan Barat, koperasi tumbuh sangat subur. Bukti bahwa saling percaya (credit) di kalangan masyarakat setempat luar biasa. Kepercayaan dalam koperasi nomor satu. Penyebab utama koperasi tumbuh dan berkembang adalah kepercayaan. Sebaliknya, penyebab utama koperasi hancur lebur karean krisis kepercayaan.

Tokoh dan penggerak ekonomi koperai senantiasa ada sepanjang masa. Kita mengenal Mubyarto. Di Kalimantan Barat, ada seorang tokoh koperasii "Hatta-"nya bumi Khatulistiwa yakni Mecer.

Nama lengkapnya  Anelmus Robertus Mecer. Intelektual Dayak ini dilahirkan di Ketapang, Kalimantan Barat. Pria yang malang melintang di dunia Credit Union (CU) di Kalimantan Barat ini dipandang sangat berjasa di bidang pemberdayaan ekonomi, khususnya ekonomi kerakyatan masyarakat Dayak.
Baca CU Banuri Harapan Kita | Awalnya Keluarga Perantau NTT

Sejak 1982, hati, pikiran, dan tenaganya seluruhnya dikerahkan untuk membangun dan mengembangkan CU sebagai motor dan tulang punggung masyarakat pedesaan yang identik dengan Dayak itu.

Kini CU di kalangan masyarakat Dayak sudah demikian membudaya, bahkan boleh dikatakan CU adalah bank-nya etnis yang kerap dijuluki sebagai “indigenous people” di Borneo itu.

Hingga kini, setidaknya Mecer telah membantu dan mengembangkan 58 CU di seantero Nusantara, dari Irian, Batam, hingga kepulauan Riau. Seluruhnya, CU sebanyak 547.965 anggota, dengan total asset sekitar Rp3,6 triliun.

Atas prestasi itu, Mecer layak dibaiat menjadi “Bapak CU” bukan hanya di Kalimantan, melainkan juga di Indonesia.

Hal yang menarik, hampir semua produk CU diberi nama Dayak juga. Bukan sekadar nama, akan tetapi nama yang mengandung arti. Misalnya, di CU Pancur Kasih yang dibidaninya, terdapat produk simpanan yang diberi nama “Saaleant” yang dalam bahasa Kanayatn berarti: gotong royong serta tambungan yang sewaktu- waktu dapat dicairkan dan berbunga harian yang diberi nama “Pangari”. *)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url