Wisata Sungai Kapuas: Ketika Ibu-Ibu "Morut" Ikan-Ikan Kecil Seluang

Sungai Kapuas, Sekadau, menghadirkan kekayaan ikannya sebagai kulkas hidup bagi penduduknya.


SANGGAU NEWS : Sekadau, 28 Januari 2024 - Pada siang yang cerah tanggal 28 Januari 2024, pengalaman unik dirasakan oleh penulis dan seorang sahabat, Musa, ketika mereka menjelajahi jalan Kenangan di Sekadau. 

Perjalanan membawa mereka ke tepian Sungai Kapuas, khususnya di wilayah Sungai Ringin, yang menjadi saksi kehidupan sehari-hari masyarakat lokal.

Morut ikan

Di tepi Sungai Kapuas, sekelompok ibu-ibu dengan penuh semangat tengah sibuk morut (membersihkan perut) ikan-ikan kecil yang dikenal sebagai seluang. Sungai Kapuas, yang melintasi sejauh mata memandang, memberikan hasil tangkapan yang melimpah bagi mereka. Suasana riang gembira terpancar dari wajah-wajah ibu-ibu yang menikmati kegiatan mereka di tepi sungai.

Rupanya, ibu-ibu morut ikan bukandengan alat, namun langsung degan jari-jari mereka yang lincah. Dalam waktu sekejap, ikan-ikan itu pun bersih. Dan siap utuk dimasak sesuai dengan keinginan. 

Baca Prefektur Apostolik Sekadau Dan Mgr. Lukas Spinosi, CP

"Bikin bakwan, atau masak pepes lezat sekali," ujar salah seorang ibu menjelaskan dengan antusias. 

"Sekilo ikan mentah bisa didapatkan dengan harga Rp 25.000, sedangkan yang sudah matang dan diolah, harganya dua kali lipatnya."

Tangan-tangan lincah dan terampil morut ikan kecil seluang.

Tidak jauh dari situ, seorang bapak separuh baya terlihat dengan lincah menabur tanggung ke dalam air Sungai Kapuas. Dengan keahliannya, ikan-ikan kecil dengan cepat bermunculan, dan dengan cekatan, ia mengangkatnya ke dalam wadah yang telah disediakan. 

Wisata menarik

Proses menangguk ikan kecil di Sungai Kapuas di kota Sekadau ini menjadi pemandangan menarik bagi penulis dan Musa. Dua sahabat yang sejak SMA, tahun 1980-an sering main-main dan melintasi jalan ini.

Baca 50 Tahun Para Suster Passionis (CP) Berkarya Di Indonesia

Sungai Kapuas bukan hanya memberikan pemandangan alam yang menakjubkan, tetapi juga menjadi sumber rezeki yang melimpah bagi masyarakat Sekadau. Keberagaman ikan yang dapat ditemukan di sungai ini menciptakan suasana harmoni antara manusia dan alam. 

Kegiatan sehari-hari masyarakat yang menggantungkan hidup pada Sungai Kapuas tidak hanya menjadi aktivitas rutin, tetapi juga merupakan bentuk keindahan dari kehidupan pedalaman yang mempertahankan tradisi dan menjunjung tinggi kearifan lokal.

Seorang lelaki, separuh baya, tampak mosat (menangkap ikan dengan alat yang dalam bahasa setempat disbut "posat"). Yakni sebuah alat-tangkap ikan dengan jaring bermata kecil yang dimasukkan ke dalam air, kemudian diangkat setelah ikan masuk ke dalamnya.

(Masri Sareb Putra)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url