Patricia Ganing dan Studi Iban

Dr. Patricia Ganing: pakar Ibanologi.

SANGGAU NEWS : Patricia Ganing. Perempuan Iban ini bukan merupakan "orang asing," terutama bagi masyarakat Sekadau, Sintang, dan Putussibau. 

Sebagai perempuan Iban yang menetap di Miri, Sarawak, kehadirannya telah menjadi begitu akrab dan dikenal di kalangan penduduk setempat. Penulis buku terkait topik "Entelah" itu kerap diundang dan memainkan peran sebagai narasumber yang berpengaruh di berbagai acara di Kalimantan Barat.

Pada tahun 2017, Patricia Ganing menjadi narasumber utama pada Kongres Internasional I Kebudayaan Dayak di Bengkayang. 

Keberhasilannya dalam menyampaikan pemikiran dan pengetahuan mengenai budaya Iban membuatnya menjadi sosok yang dihormati di kalangan para peserta kongres tersebut.

Baca https://www.sanggaunews.com/2024/01/biografi-profesional-suheriyatna.html

Langganan narasumber Iban Summit

Tahun 2018. Patricia Ganing kembali tampil sebagai narasumber di Iban Summit I di Sintang, memberikan kontribusi yang berharga terkait pemahaman mendalam akan warisan budaya Iban. Pada Iban Summit II, yang diselenggarakan di Tapang Sambas, Sekadau, 25 Maret 2023, Patricia Ganing sekali lagi menjadi penarasumber utama.

Dalam kesempatan ini, beliau mempresentasikan topik yang menarik mengenai asal usul Keling dan Kumang dalam sejarah suku bangsa Iban. Perempuan Iban itu membuka presentasi, dengan menyentak. "Asae pulae ke menoa diri empu (rasa pulang kampung)," paparnya, memberi kesan dan testimoni.

Partisipasinya yang aktif dalam forum-forum ini menegaskan perannya sebagai ahli waris tradisi Iban yang berkomitmen untuk menyebarkan dan melestarikan nilai-nilai budaya mereka. 

Dengan wawasan yang luas dan kepakaran dalam sejarah suku bangsa Iban, Patricia Ganing terus memberikan kontribusi yang berharga untuk memperkaya pemahaman tentang kekayaan budaya dan sejarah masyarakat Iban di Kalimantan Barat.

Studi tentang Entelah

Entelah atau teka-teki dalam masyarakat Iban dikategorikan sebagai leka main atau puisi. Sebagaimana teka-teki dalam masyarakat di bumi Varuna-dvipa (nama Borneo era pengaruh Hindu-India) dan dunianya, teka-teki berfungsi untuk menghiburkan masyarakat penciptanya. 

Entelah yang dihasilkan oleh masyarakat Iban selain memiliki fungsi untuk menghibur, juga merupakan satu kaedah berinteraksi sambil mendidik dan menguji minda. 

Buku ini memuatkan dokumentasi entelah yang telah dikutip di lapangan, terutama di daerah Subis, Miri, Sarawak.

Baca Gedung Kampus Utama Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK) Dan Harvard University

Entelah Iban sangat menarik dan unik karena bentuk strukturnya memiliki kandungan pernyataan/suar, tempat/menua, pembayang/ulu lungga, dan jawapan/lalai. 

Struktur ini agak berbeda dengan teka-teki lain yang ada di dunia karena ia tidak hanya memiliki pembayang tetapi juga memiliki tempat (menua). 

Tema-tema yang mendasari penciptaan entelah juga dikaitkan dengan persekitaran masyarakat Iban yang diklasifikasikan kepada tema anatomi manusia, tema flora dan fauna, dan tema peralatan harian. 

Buku ini juga mengklasifikasikan entelah Iban ke dalam klasifikasi tertentu berdasarkan pembayangnya.

Buku ini mampu memberikan sumbangan penerusan warisan masyarakat Iban dan membantu memberikan informasi berguna kepada sarjana dan pembaca mengenai warisan tradisi Iban yang sangat bernilai.

Nulis bareng sahabat bernama Amat 

Patricia Ganing (Ph.D.) adalah anak kelahiran Miri, Sarawak. Beliau memiliki kelayakan akademik Ijazah Kedoktoran (PhD) dalam bidang sastera lisan, sarjana dalam bidang sastera lisan (2013), Ijazah Sarjana Muda Sastera (2007), dan Diploma Pendidikan (2008). Beliau pernah berkhidmat sebagai guru selama tiga tahun sebelum memulakan karier sebagai tenaga pengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI). 

Sampul buku Patricia dan Amat.

Patricia juga pernah tersenarai sebagai salah seorang tokoh Dayak oleh Lembaga Literasi Dayak, Kalimantan Indonesia dalam buku 101 Tokoh Dayak Jilid 3. Kini, beliau terlibat secara aktif dalam mengkaji sosiobudaya masyarakat Iban di Sarawak dan Kalimantan. Beliau mempunyai hubungan dua hala bersama penyelidik di Kalimantan, khususnya untuk kajian berkaitan sosiobudaya masyarakat Iban.

Baca Masri Sareb Putra Menerima Anugerah Iban Prize

Amat (Ph.D.) merupakan Profesor Madya di Pusat Penataran Ilmu dan Universiti Malaysia Sabah (UMS). Beliau memperoleh Ijazah Sarjana Kesusasteraan Melayu dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan PhD Pengajian Melayu di Akademi Pengajian Melayu, Universiti Malaya. Fokus kajian beliau adalah berkenaan kritikan karya sastera Sabah dan Sarawak. Beliau juga terlibat dalam kajian berkenaan adat dan budaya masyarakat pribumi.

(Rangkaya Bada)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url