Jokowi Menggiring Bola ke Mana?

Jokowi menggiring bola. Gambar: Andre Dre Hudson/fb


SANGGAU NEWS : Jokowi menggiring bola ke mana?

Ya ke mana gerangan bola akan dibawa? Pastinya ke arah gawang lawan (bukan musuh). Mengapa? Sebab lawan belum tentu musuh!

Lawan bukan musuh

Lawan merujuk pada seseorang atau sesuatu yang berada dalam posisi bertentangan atau yang berkompetisi dengan kita, tetapi tidak selalu memiliki konotasi negatif atau bermusuhan.

Baca Asta Cita Sebagai Kelanjutan Nawa Cita

Adapun "musuh" merujuk pada seseorang atau sesuatu yang memiliki niat atau keinginan untuk menyakiti, merugikan, atau bertentangan secara tajam dengan kita.

Jokowi tidak sedang melihat rakyat Indonesia musuh. Namun, kawan latih-tanding, sparring partner agar kualitas semakin baik, dan baik lagi.

Itulah pesan simbolik di balik permainan bola yang dipertunjukkannya di Biak, Papua. Sebuah ujung tempat berjajar pulau-pulau Indonesia.

Dekat dengan rakyat

Di Biak, Papua, terjadi peristiwa yang langka dan menggembirakan. Presiden Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi, tak hanya menjadi pemimpin negara yang berdedikasi, namun juga seorang pemimpin yang dekat dengan rakyatnya.

Bukti kehebatan Bupati Biak Numfor turut berkontribusi dalam mewujudkan momen bersejarah ini.

22 November 2023 pun menjadi penanda sejarah yang tak terlupakan bagi masyarakat Biak Numfor. Mereka mencatatnya sebagai hari di mana Presiden Jokowi, dengan penuh keakraban, menggiring bola di lapangan yang biasa mereka tempuh setiap hari.

Suasana lapangan Sorido, tempat biasanya dipenuhi oleh pelepasan hasrat bermain bola kaki warga setempat, berubah menjadi sorotan nasional.

Jokowi, dengan sifat yang ramah dan selalu ingin terlibat langsung dengan masyarakat, memutuskan untuk bermain bola kaki di lapangan itu.

Baca Lasarus Atau Sutarmiji Untuk KB-1, 2024

Tentu saja, keputusan ini mengundang decak kagum dan kebanggaan bagi penduduk Biak Numfor.

Warga yang awalnya mungkin hanya mendengar atau melihat Jokowi dalam berbagai kegiatan kenegaraan, kini mendapat kesempatan unik untuk bersamanya di lapangan hijau. Ini menjadi momen luar biasa yang melibatkan pemimpin negara langsung dengan rakyatnya.

Bupati Biak Numfor, yang telah memperjuangkan keberhasilan acara ini, menjadi pahlawan lokal. Keberhasilannya membawa Jokowi ke lapangan Sorido tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga sebuah kemenangan bagi rakyat Biak Numfor.

Tanggal 22 November 2023 pun menjadi penanda sejarah yang tak terlupakan bagi masyarakat Biak Numfor. Mereka mencatatnya sebagai hari di mana Presiden Jokowi, dengan penuh keakraban, menggiring bola di lapangan yang biasa mereka tempuh setiap hari.

Baca Denny JA, LSI, Dan "Nujum"-Nya Yang Jarang Meleset

Rasa bangga dan kebahagiaan melingkupi setiap wajah warga Biak Numfor, karena mereka menyadari bahwa pemimpin mereka bukan hanya seorang figur di ibu kota, tetapi juga teman yang bisa bermain bersama mereka.

Harapan jadi kenyataan

Kejadian ini menjadi pembuktian bahwa harapan dan impian bisa menjadi kenyataan. Momen bersejarah di lapangan Sorido menjadi simbol persatuan antara pemerintah pusat dan daerah serta harmoni antara pemimpin dan rakyatnya.

Baca Astrologer, Intan Ophelia: Presiden RI 2024 Inisial Namanya P

Semangat positif ini membawa dampak jauh ke depan, memperkuat ikatan antara pemerintah dan masyarakat Papua, dan meninggalkan kenangan yang tak terlupakan dalam sejarah Biak Numfor.

(Ruma Kencana)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url