Rumah Melayu Sanggau Megah dan Permai Itu Masuk Tahap Finishing

SANGGAU NEWS : Rumah Melayu yang sedang dibangun di Kompleks Sabang Merah, sebuah mungu di atas kota Sanggau, saat ini telah mencapai tahap akhir penyelesaian. 

Bangunan megah ini bukan sekadar sebuah struktur fisik; ia melambangkan sejarah dan merangkum perpaduan dua etnis yang memiliki akar yang sama di Sanggau, yaitu keturunan Dara Nante dan Babai Cinga.

Baca Sejarah Sanggau

Senganan, atau Sinan, adalah istilah khusus yang digunakan di Sanggau dan Sekadau untuk merujuk kepada orang asli yang telah memeluk agama Islam. 

Meskipun demikian, untuk mempermudah pemahaman, banyak orang lebih suka menggunakan istilah "Melayu" untuk merujuk kepada mereka, meski tidak semua orang tahu tentang sejarah masa lalu yang terkait dengan istilah ini. 

Raja Sanggau ke-25, Gusti Arman, menjelaskan bahwa "Raja-raja Sanggau ini Dayak," dan mengungkapkan bahwa "Dayak dan Senganan sama, satu asal, yaitu dari Daranante dan Babai Cinga suaminya dari Tampun Juah." 

Baca Raja-Raja Sanggau Berbilang Angka 25 : Dari Dara Nante - Gusti Arman

"Dayak dan Senganan memiliki akar yang sama dalam sejarah mereka," seperti yang ditegaskan oleh Gusti Arman.

Oleh karena itu, Raja Sanggau dengan tulus menyambut baik pembangunan Rumah Melayu di Sanggau. 

Bagi warga Sanggau, Rumah Melayu ini adalah bagian penting dari sejarah Sanggau itu sendiri, bahkan merupakan sejarah hidup mereka. Rumah Melayu ini berdiri dengan megah di area yang luas dan indah di Kompleks Sabang Merah, sebuah tempat yang menjadi simbol kemegahan di kota Sanggau. 

Dengan adanya Rumah Melayu ini, mereka merayakan dan memperingati akar budaya dan sejarah yang kaya, mengingatkan semua orang akan hubungan erat antara Dayak dan Senganan dalam perjalanan sejarah mereka.

Raja Sanggau juga menjadikan amanah Ketua Umum FSKN (Forum Silaturahmi Kerajaan Nusantara) sebagai pegangan. Yakni mengembangkan budaya dan adat istiadat dengan berinovasi melalui teknologi. 

Gusti Arman menyadari pentingnya teknologi dalam menjaga agar adat istiadat peninggalan leluhur bisa dikenal oleh generasi milenial. Oleh karena itu, pengembangan teknologi akan menjadi salah satu fokus perhatian dalam kepemimpinannya.

Gusti Arman, Raja Sanggau ke-25. Sumber: Radar Kalbar.


Sebagaimana diketahui pada Jumat (9/9/2022), Raja Sanggau Pangeran Ratu Surya Negara Drs H. Gusti Arman M Si terpilih sebagai Ketua Majelis Kerajaan Kalimantan Barat (MKKB) untuk periode 2022 – 2027. Musyawarah agung raja-raja se Kalimantan Barat (MKKB) yang berlangsung di Istana Surya Negara Sanggau menjadi tempat di mana pemilihan ini dilakukan. 

Sebelumnya, jabatan pimpinan MKKB dipegang oleh Pangeran Ratu Kerta Negara Ketapang, Gusti Semboja.*)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url