Pertambangan dan Perkebunan di Kabupaten Sanggau: Tantangan Konsesi

  • Tantangan Konsesi Pertambangan dan Perkebunan Kabupaten Sanggau.
Konsesi pertambangan di Sanggau berapa total luasannya? Terutama jika dilihat dalam peta konfigurasi provinsi wilayah Kalimantan Barat?
 
Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) memiliki luas wilayah sekitar 14.680 juta hektar. Dari total luasan itu, sekitar 83% wilayahnya digunakan untuk kegiatan industri ekstraktif. Terutama pertambangan dan perkebunan kelapa sawit. 

Sektor pertambangan memiliki luas konsesi terbesar. Yakni mencapai 5,4 juta hektar, dengan sekitar 686 Izin Usaha Pertambangan (IUP). Demikian berdasarkan data dari Tim Koordinasi dan Supervisi (Korsup) sektor Mineral dan Batubara (Minerba) KPK pada tahun 2014. 

Sementara itu, sektor perkebunan kelapa sawit menguasai 4,4 juta hektar dan sektor Hutan Tanaman Industri (HTI) mencakup 2,4 juta hektar, berdasarkan data yang dihimpun oleh Eyeson The Forest (EOF) jaringan Kalimantan Barat pada tahun 2016.

Kabupaten Sanggau, meskipun memiliki luas wilayah hanya 1.285.770 hektar, mengalami peningkatan signifikan dalam konsesi industri ekstraktif yang diduga melebihi luas wilayahnya, mencapai lebih dari 1.300.000 hektar. 

Konsesi pertambangan di Sanggau mencapai 532.115 hektar dengan 73 IUP. Kegiatan pertambangan banyak terkonsentrasi di Kecamatan Tayan Hilir, Kecamatan Toba, dan Kecamatan Meliau. 

Salah satu komoditas utama pertambangan di Kabupaten Sanggau dan Kalimantan Barat secara umum adalah Bauksit, yang merupakan bahan baku utama dalam produksi aluminium. Bauksit digunakan dalam berbagai industri, seperti pembuatan pesawat terbang, perabot rumah tangga, konstruksi bangunan, keramik, besi, kemasan makanan, dan pita kaset rekaman.

Menurut data Korsup KPK, konsesi pertambangan di Sanggau mencapai 532.115 hektar dengan 73 IUP. Kegiatan pertambangan banyak terkonsentrasi di Kecamatan Tayan Hilir, Kecamatan Toba, dan Kecamatan Meliau. 

Industri kelapa sawit dan HTI, berdasarkan data dari Swandiri Institute, masing-masing menguasai lahan seluas 530.329,95 hektar dan 286.201,62 hektar. Terdapat juga penguasaan tambang yang signifikan di Kecamatan Tayan Hilir, yang merupakan salah satu pusat pertambangan bauksit di Kalimantan Barat, dengan 20 IUP dan luas mencapai 155.702 hektar, melebihi luas administrasi Tayan Hilir sendiri yang hanya 105.000 hektar.

Ironisnya, meskipun wilayah ini kaya akan sumber daya alam, kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, belum mengalami peningkatan yang signifikan. 

Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sanggau bahkan meningkat dari 18.300 jiwa pada tahun 2012 menjadi 20.400 jiwa pada tahun 2013, sebagaimana data yang dilaporkan oleh Katadata pada tahun 2016.

Desa Subah, yang terletak di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Kawasan ini merupakan salah satu lokasi di mana kegiatan industri pertambangan ekstraktif beroperasi. 

Desa Subah terdiri dari tujuh dusun. Adapun total penduduk mencapai 2.218 jiwa atau 602 Kepala Keluarga (KK) pada Mei 2015. 

Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani dan nelayan. Dengan mayoritas nelayan adalah perempuan. Sebagian besar lain penduduknya adalah petani berasal dari dusun lainnya. 

Di bidang pertanian, sebagian besar petani fokus pada pertanian pangan seperti: padi dan holtikultura, serta perkebunan kelapa sawit.

Jika wilayah ini semakin digerus tambang dan perusakan alam dan lingkungan. Lalu bagaimana nasib penduduk kemudian hari?

Tidak ada "emas kehidupan". Yang ada adalah "air kehidupan". Kita, setiap warga, dipanggil untuk menjaga air kehdupan itu.

Ancaman sedang menghadang. Adanya di depan mata kita. Warga wong cilik tidak berdaya menghadapi kekuatan raksasa. Yang dalam terminologi Hobbes disebut "Leviathan", raksasa rakus yang buas. Gabungan kekuatan yang hanya bisa dikalahkan dengan gerakan moral dan etika etis "perlawanan tanpa kekerasan" ala Gandhi.

Diperlukan di Sanggau dan wilayah sekitarnya "Romo Mangun baru" seperti Kali Code tahun 1980-an. *)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url