Menghentikan Bunyi Burung Pertanda Berita Buruk

Bunyi Burung Pertanda Berita Buruk

| Penulis: Drs. Herys Maliki

Alam dan segala isinya memberi tanda-tanda akan terjadi suatu peristiwa atau gejala tertentu. Burung satu di antaranya. Hewan vertebrata (bertulang belakang) yang memiliki bulu dan sayap. Dianggap orang tua zaman baheula, terutama suku bangsa Dayak, memberi pertanda suatu akan terjadi.

Sedemikian penting tanda burung. Sehingga jika bepergian, misalnya waktu berburu atau ke ladang, atau hendak melakukan suatu hajatan penting. Maka orang Dayak akan dengan saksama memperhatikan pertanda burung.

Dikenal berbagai macam burung yang memberi tanda tertentu. Ada pertanda baik. Sebaliknya, ada pula pertanda buruk.

Salah satu jenis burung yang memberi pertanda buruk adalah kuchu. Tidak besar. Mungil saja badannya. Hanya sekecil burung pipit. Tapi suaranya? Vibrasinya luar biasa. Membahana. Sampai jauh.

Jika berbunyi, apalagi di siang hari. Kuchu dianggap memberi sinyal sial. Kalau berbunyi di sekitar, akan tiada henti-hentinya ia berbunyi. Bahkan, bersahut-sahutan. Sampai bulu roma berdiri mendengarnya.

Nah, jika suatu kali Anda dikepung, dan mendengar suara burung kuchu. Bagaimana cara menghentikannya?

Meludahlah ke arah asal suara burung kuchu. Ucapkan mantra-sakti yang diturunkan orang tua ini. Ucapkan, “Puiiih!”.

Sembari meludah ke arah kuchu. Seperti gambar.


***

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url