Hironima Galoh: Lulusan Terbaik SMK Keling Kumang Cita-cita Kuliah di ITKK dan Kerja di CU Keling Kumang

 

Hironima Galoh.

SANGGAU NEWS : Segala sesuatu yang pernah dimulai, suatu saat akan berakhir juga.

 Itulah yang terjadi pada hari Senin, 6 Mei 2024.  Hari itu telah dilaksanakan Pengumuman Kelulusan Siswa/i kelas 12 SMK Keling Kumang Sekadau angkatan ke-7 tahun pelajaran 2023/2024 yang berjumlah sebanyak 225 orang.

Dengan dipandu oleh Edy Pasaribu dan Friska Lahong yang adalah guru di SMK ini, para siswa/i diminta untuk membuka amplop yang telah dibagikan. Secara perlahan dan serentak, lalu berdiri dan mengangkat amplop masing- masing tinggi- tinggi apabila mereka dinyatakan lulus. Acara ini berlangsung seru. 

Lulus 100%

Setelah mereka menoleh kiri- kanan depan belakang untuk mengamati apakah ada teman mereka yang tidak lulus…, ternyata tidak ada. Hal ini kemudian dikuatkan oleh Kepala Sekolah, Petrus Rendon bahwa mereka lulus 100%.

Selanjutnya, Kepala Sekolah juga mengumumkan 3 orang siswa dengan nilai terbaik 1,2 dan 3. Nilai rata-rata tertinggi pertama diraih oleh Hironima Galoh dengan jumlah nilai 85,61 dari Kelas 12 RPL 2, nilai teringgi peringkat kedua disabet oleh Kalistus Nadi Sutrisno dengan jumlah nilai 85,53 dari kelas 12 MM dan Juara ke-3 diraih oleh Aurellia Ivana Else dengan jumlah nilai 84,67 dari kelas 12 AKL. Selanjutnya mereka bertiga diundang ke Panggung untuk menerima penghargaan berupa piagam dan Plakat Juara.

Pada malam harinya, penulis berkunjung ke Asrama Putri Kumang, tempat Hironima Galoh sang juara pertama tinggal selama sekolah di SMK Keling Kumang Sekadau. Penulis meminta ijin kepada Sr.Yuliana Maryati,CP, Sang pengasuh asrama Putri Kumang untuk dapat mewawancarai Hironima Galoh, sehingga mendapatkan informasi lebih banyak tentang Sosok Sang Juara ini.

Galoh  dari Kampung Sadong

Menurut penuturannya, Hironima Galoh berasal dari Kampung Sadong, Kayan Hilir, Kabupaten Melawi. Untuk dapat mencapai Sekadau dari kampung asalnya, ia harus naik motor air sekitar 3 jam ke Nanga Kayan, setelah itu dilanjutkan dengan mobil atau taxi sekitar 2,5 jam. Dalam keluarga, Hironima Galoh adalah anak ke-4 dari 5 bersaudara, yang terdiri dari 2 lelaki dan 3 perempuan; anak pertama dan ketiga sudah berkeluarga, sedangkan adiknya yang bungsu perempuan, sekolah di SMK di Nanga Pinoh.

 Ayah Hironima Galoh Bernama Banyak dan ibunya Bernama Pahai. Mereka termasuk rumpun subsuku Dayak Barai. Orangtua Hironima tergolong keluarga petani yang hidup dari berladang dan menyadap karet. Menurut pengakuannya, Hironima juga dilatih orangtuanya untuk dapat melakukan pekerjaan yang dilakukan orangtuanya, yaitu berladang dan menyadap karet. Ketika ditanya, apakah keluarganya memiliki banyak kebun sawit? Hironima mengaku tidak ada.

Penulis (kanan) bersama Hironima Galoh.

Ketika ditanya, apakah orangtua Hironima yang mendorong dia agar sekolah di SMK Keling Kumang? 

Menurut Hironima, ia sekolah di SMK Keling Kumang Sekadau atas dorongan Miki Hermanto. Miki adalah mantan guru SMK Keling Kumang yang sekarang sudah kembali menjadi staf CU.Keling Kumang, yang juga masih kerabatnya. CU Keling Kumang memiliki kantor di Mentuanai, yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kampung Sadong. Orangtuanya dan anggota keluarganya rata- rata juga anggota CU.Keling kumang.

Pendidikan asrama

Selama sekolah di SMK Keling Kumang, Hironima Galoh termasuk langganan juara kelas, walaupun tidak selamanya juara pertama. Ia mengaku pernah juga menempati Juara II, bahkan Juara III. Ia mengaku selalu berusaha untuk dapat belajar rajin dan sebaik- baiknya sehingga mampu mempertahankan prestasi yang pernah dicapai, bahkan meningkatkannya. Ia merasa bersyukur bahwa para gurunya selalu memberikan perhatian dan dukungan untuk kemajuan belajarnya.

Menurut penuturan Sr. Yuliana Maryati,CP, Hironima Galoh tergolong berasal dari keluarga kurang mampu. Sebelum tinggal di asrama ia sempat tinggal di luar dan beberapa kali pindah. Ketika tinggal di asrama Putri Kumang, Sr.Maryati,CP melihat anak ini cukup rajin, bertanggungjawab dan jujur. 

Oleh sebab itu, ia diberi tanggungjawab oleh Sr.Maryati,CP sebagai pemimpin asrama untuk menjaga “Toko Sederhana” asrama, yang melayani para penghuni asrama yang memerlukan belanja sabun, rinso dan keperluan pribadi wanita. 

Untuk jasanya itu tentu Suster Pimpinan Asrama juga memberi sejenis imbalan berupa memberi keringanan biaya asrama. Bahkan ketika nanti dia kuliah, Sr. Maryati,CP masih tetap menginginkan dia membantu mereka di asrama, walaupun Ia akan pindah domisili di Rusun Mahasiswi Institut Teknologi Keling Kumang.

Kuliah di ITKK dan kerja di Cu Keling Kumang

Ketika ditanya, apakah setelah tamat SMK akan melanjutkan kuliah dan bercita- cita menjadi apa? 

Dengan sedikit malu Hironima Galoh mengungkapkan, “Penginnya sih mau kuliah di Institut Teknologi Keling Kumang Prodi Kewirausahaan, kalau orangtua saya sanggup membiayai saya”. Selanjutnya, setelah menjadi sarjana, Ia ingin bekerja di CU. Keling Kumang, demikian Hironima Galoh berharap untuk masa depannya. 

(R. Musa Narang).

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url