Wilson anak Ayub dan Publikasi Imiahnya tentang Rumah Panjai Ensaid


SANGGAU NEWS: Wilson anak Ayub, seorang Doktor dari Pelaik, Sintang, Kalimantan Barat. Paham benar dia tentang sukubangsanya. Kini Wilson mengembara keluar cangkang. Menetap di Kota Cantik, Palangka Raya. Menjadi Direktur sebuah Perguruan Tinggi Negeri di kota Tambun Bungai. 

"Pak Doktor", demikian orang-orang menyapa lelaki Des'a bertubuh tambun ini. Di sela-sela mengajar, ia rajin meneliti dan melakukan pengabdian pada masyakat. Lalu dijadikannya publikasi hasil penelitian. 

Seperti buku ini merupakan publikasi Wilson di Ensaid Panjai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Semua yang ia inderai, dituangkannya dalam sejilid buku. Tidak berat. Ringan saja diksi dan penyajiannya. 

Begitu cara pria dinamis, dan gila baca, yang atas kiprahnya di dunia publikasi dan literasi, masuk dalam tokoh (hidup) di Wikipedia.

Telusuri Wilson (sosiolog)

Kearifan lokal Dayak

Suku Bangsa Dayak memiliki kearifan lokal yang mengiringi dinamika peradabannya yang dinamis. Salah satunya, kehadiran “Rumah Panjai” (Rumah panjang) sebagai pusat kehidupan (aktivitas) Suku Bangsa Dayak Iban ((Ibanic Group). Bagi Dayak Iban (Ibanic Group), Rumah Panjai adalah pusat kehidupan (alai mensia idup) memiliki fungsi yang sangat spesifik.

Wilson anak Ayub.

Merunut kepada hasil penelitian Wilson dalam buku yang diterbitkan oleh CV Lembaga Literasi Dayak ini, terdapat enam fungsi Rumah Panjai Dayak Iban, yakni: 

  1. tempat hidup (alai idup); 
  2. pusat peradaban (adat, pengatur perkara); 
  3. pusat kesatuan geneologis (tusui purih); 
  4. pusat kehidupan sosiologis (tutur basa, besaup kerja); 
  5. pusat pergulatan politis (pemenauk idup); dan 
  6. pusat kehidupan ekonomis (kerja-kaya, remu-reta).

Seiring arus modernisasi dan pembangunan terjadi malafungsi, atau pergeseran rumah panjai. Sementara itu, kebanyakan generasi tua (60 tahun ke atas) masih berupaya memelihara tradisi dan adat lembaga yang kuat, sedangkan generasi mudanya masih kurang yakin akan nilai dan keutamaan dari tradisi tersebut sehingga perlu untuk terus dipertahankan atau diteruskan.

Buku, yang merupakan publikasi hasil penelitian lapangan ini, berusaha menggali filosofi rumah panjang di kalangan Ibanik. Sekaligus meletakkan nilai-nilai dan tradisi, dalam konteks hermenutika sehingga mampu menjembatani gap antara masa lampau dan masa kini.

Pustaka-wajib

Sebuah pustaka-wajib, mengandung menu gizi sejarah dan nilai tradisi, sekaligus menginspirasi yang perlu dimiliki, dibaca, dan dipraktikkan.

Buku ini bukan sekadar kumpulan informasi, tetapi sebuah karya seni yang menarik, memancarkan keindahan dan kearifan suku bangsa Dayak Iban. 

Tak syak lagi, Wilson dapat jadi sumber inspirasi bagi siapa pun yang ingin menjelajahi dan menghargai warisan budaya yang berharga ini. Semoga Rumah Panjai terus bersinar, menjadi mercusuar yang memandu Suku Bangsa Dayak Iban dalam perjalanan mereka menuju masa depan yang gemilang.

-- Rangkaya Bada

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url