Kapten Angkatan Darat Amerika berbagi Pengalaman tentang Pemimpin yang Melayani



Sanggau NewsThe Servant Leader buku yang unik. Sekaligus menarik. Mengapa? 

Sebab yang selama ini kita ketahui adalah pemimpin itu dilayani. Bukan melayani. Namun, dengan membaca buku ini tuntas, kita memahami makna terdalam yang konsepnya: Siapa yang terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayan!

Dalam buku yang diterbitkan oleh Northwestern University Press pada tanggal 7 November 2005 setebal 138 halaman, Robert P. Neuschel mengemukakan hal yang demikian ini. Bahwa kepemimpinan kita mengalami penurunan dalam hal etika dan kehilangan nilai-nilai yang bersifat abadi. 

Baca Yasuo: Bekerja Sebagai Jiwa Dan Nilai Hidup

Faktor-faktor pelemahan ini diperparah oleh fokus yang terlalu besar pada jangka pendek. 

Pengalaman berpangkat kapten di Angkatan Darat Amerika Serikat, Neuschel mengamati yang terbaik dalam kepemimpinan dan mempraktikkannya. Ia berbagi wawasan dengan kita dalam buku The Servant Leader.

Seperti dikemukakan oleh Neuschel, "Kita lebih peduli tentang mencapai nilai pemegang saham dengan cepat daripada membangun organisasi yang bersifat abadi dan dapat meningkatkan kapasitasnya dalam memproduksi produk atau layanan yang berguna secara lebih kompetitif dan efektif secara berkelanjutan." 

Penulis menyalahkan kepemimpinan korporat atas masalah ini.

Ia pun mengajukah pertanyaan, "Langkah apa yang dapat kita ambil untuk menghidupkan kembali kualitas dan kekuatan kepemimpinan kita?"

Baca juga Yennie Hardiwidjaja, Miss Jutek Yang Aslinya Tidak Jutek

Kemudian, dengan tegas dan jelas, ia menguraikan apa yang ia yakini sebagai perubahan utama dalam kepemimpinan yang harus kita lakukan. 

Sebagai seorang profesor manajemen dan strategi, dan sebelumnya sebagai direktur dan mitra senior di sebuah perusahaan konsultan besar, serta sebagai seorang kapten di Angkatan Darat Amerika Serikat, 

Selama berdinas dengan sungguh, Neuschel telah mengamati yang terbaik dalam kepemimpinan dan mempraktikkannya. Ia berbagi wawasannya dengan kita dalam buku The Servant Leader.

Siapa Neuschel?
Robert P. Neuschel adalah seorang profesional dengan karir yang sangat beragam dan berpengaruh. Ia pensiun pada tahun 1979 setelah bekerja selama 30 tahun sebagai rekanan senior di McKinsey & Company, Inc., perusahaan konsultan manajemen internasional terkemuka. 

Selama masa kerjanya di McKinsey, Neuschel melayani klien dari berbagai belahan dunia dalam bidang perencanaan strategis, pengembangan manajemen organisasional, dan logistik.

Setelah pensiun dari McKinsey, Robert Neuschel beralih ke dunia akademis. Ia menjadi profesor tata kelola korporat di J. L. Kellogg Graduate School of Management di Northwestern University, Evanston, Illinois, dan menjabat sebagai direktur pelaksana Transportation Center di universitas tersebut selama 12 tahun.

Selama kariernya, Neuschel juga aktif dalam berbagai dewan direksi perusahaan bisnis dan organisasi nirlaba. Ia menjadi pengawas Loyola University of Chicago dan ikut dalam berbagai komite nasional yang meneliti isu-isu seperti layanan dan keamanan penumpang pesawat, teknologi transportasi, dan penyimpanan minyak. 


Neuschel juga menjadi penasihat bagi Menteri Energi dan anggota dewan eksekutif International Air Cargo Forum.

Selain keterlibatan dalam dunia bisnis dan pemerintahan, Neuschel juga memiliki kontribusi dalam bidang pendidikan dan organisasi keagamaan. Dia mengajar materi-materi manajemen di berbagai negara di seluruh dunia dan menjadi penulis dan pengarang dalam bidang manajemen dan tata kelola korporat. 

Selain itu, ia juga dikenal sebagai sesepuh berpengaruh di United Presbyterian Church of America dan aktif dalam tata kelola organisasi tersebut. Ia juga menjadi pengawas di International Council on Education and Teaching.

Pendidikan Robert Neuschel mencakup gelar B.A. dari Denison University dengan peminatan ekonomi dan bahasa Inggris, serta gelar masternya dalam administrasi bisnis dari Harvard University Business School. 

Selain itu, pengalaman militernya mencakup tugas selama Perang Dunia II di Angkatan Bersenjata AS, di mana ia terlibat dalam pertempuran di Papua Nugini dan Filipina di Medan Pertempuran Laut Pasifik.

Selama seluruh hidup dan kariernya, Robert P. Neuschel menjadi tokoh yang sangat berpengaruh dalam bidang manajemen, transportasi, tata kelola korporat, dan pelayanan masyarakat.*)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url