Healing Forest: Hutan yang Menyembuhkan

 

Di Sanggau, Sekadau, Sintang, dan Kapuas Hulu. Gunung dan hutan kita masih asri. Nilainya nirbatas, dari sisi ekonomi. Apalagi kemanfaatannya. 

Masiun dan Vermy (2022) menghitung bahwa nilai hutan adat bukan hanya cukup menghidupi 7 keturunan, melainkan 7 x 77 keturunan.

Di Cina, dikenal istilah "Lingshan". Gunung kehidupan. Bukan gunung seribu janji.

Lingshan, sebuah istilah yang mencoba menggambarkan bahwa dalam perjalanan hidup yang panjang. Ada kemungkinan yang tampak mustahil bagi manusia, namun sangat mungkin bagi Tuhan.

Contoh hidup adalah Gao Xingjian.

Ia seorang penderita yang divonis mati oleh dokter. Ia menemukan penyembuhan melalui menulis dan hidup di hutan alami. Mungkin juga karena pengaruh suasana alam pegunungan, atau mungkin keduanya berperan.

Lingshan, dalam aksara Cina, mengacu pada Gunung Jiwa. Realitas ini sering sulit dipahami dan menjadi objek pencarian bagi siapa pun, tetapi rahasianya tidak pernah sepenuhnya terungkap, sementara perjalanannya kaya, aneh, provokatif, dan bermanfaat.

Gao Xingjian seorang penderita yang divonis mati oleh dokter. Ia menemukan penyembuhan melalui menulis dan hidup di hutan alami.

Gao Xingjian mengalami pengalaman tersebut. Pada tahun 1983, dia divonis mati oleh dokter karena kanker paru-paru. Namun, enam minggu kemudian, Gao sembuh secara total.

Dia mencoba bertahan dan menemukan arti hidup dengan berjalan kaki sejauh 15.000 kilometer ke gunung terpencil dan hutan belantara Sichuan. 

Di hutan perawan belantara itu, Xingjian menemukan kecerahan batin. Dia menulis dengan penuh semangat, menuangkan seluruh isi jiwanya dalam karya-karyanya. Pada tahun 2000, karyanya diakui oleh Nobel Sastra.

Pertanyaan muncul: Apakah kesembuhan Gao Xingjian karena dia menumpahkan semua racun dalam tubuhnya melalui menulis? Ataukah karena pengaruh suasana alam pegunungan?

Dalam hidup ini, ada rahasia semesta yang tidak bisa manusia ungkapkan dengan akal lurus. Gao Xingjian seorang penderita yang divonis mati oleh dokter. Ia menemukan penyembuhan melalui menulis dan hidup di hutan alami.

Mungkin juga "gunung kedamaian" berperan. Di sana bertemu antara kepasrahan, menyerahkan segalanya pada Tuhan, kembali ke alam, dan suasana udara dan hawa segar berlum tercemar polusi.

Secara ilmiah, pernah dilakukan uji-coba bagaimana kombinasi Lingshan, "gunung misteri" bekerja. Salah satunya dikenal sebagai Healing Forest - Hutan yang Menyembuhkan. Teori dan praktiknya didasarkan pada dasar ilmiah yang nyata.

Hikmat Ramdan, seorang peneliti, mengembangkan konsep Healing Forest selama bertahun-tahun. Ia adalah Dosen Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung dan Alumni Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor Angkatan 1990.

Pada 27 Oktober 2019, saat acara Forest Camp para alumni Fakultas Kehutanan IPB di Gunung Walat, Sukabumi, Jawa Barat, Hikmat Ramdan menguji alat penyembuhan hutan tersebut. 

Dengan aplikasi Smart Pulse, kondisi stres fisik dan mental enam relawan diuji sebelum dan setelah berjalan di hutan. Hasilnya menakjubkan!

Maka tetap jaga hutan kita lestari. 

Ternyata, suasana alam hutan dengan habitatnya yang alami memiliki kemampuan penyembuhan yang luar biasa bagi tubuh dan pikiran. *)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url