Kereta Api Cepat Halim - Padalarang dan Legasi Jokowi

Depan kereta api cepat Halim - Padalarang, 365 km/jam. Legasi Jokowi.


SANGGAU NEWS : Dr. Yansen TP mengajak saya "mencoba", sekaligus menikmati dan merasaka dari dalam sensasi sekaligus kedigdayaan infrastrukur kita, yakni kreta api supercepat jalur Halim - Padalarang. 

Kami dipesankan seat istimwea. Dan dilayani dengan perlakuan khusus, Maklum : first class. Dan menunggu di ruang VIP, sebelum keberangkatan. Chek-in pun dilakukan oleh petugas yang ramah dan cekatan. 

Legasi Jokowi

Persinya, infratruktur dan pembangunan rel (dan stasiun kereta api cepat Halim - Padalarang adalah salah satu legasi Jokowi dari sekian banyak yang lain. 

Maka pada 22 Februari 2024. Kami naik kereta api cepat Halim - Padalarang. Menikmati sensasinya yang luar biasa. 

Tanpa adanya bisingan seperti kereta api listrik biasa. Halus mulus. Dengan rel yang panjang, 50 meter, baru ada sambungan satu sama lain, dan sambungannya begitu menyatu.

Selama dua periode kepemimpinan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia, tak bisa disangkal bahwa pemerintahan ini telah melakukan banyak pembangunan dan perbaikan infrastruktur dengan cara yang adil.

 Infrastruktur, sebagai tulang punggung konektivitas dan pendorong pertumbuhan sosial ekonomi, menjadi fokus utama tanpa adanya perdebatan. Meskipun diakui bahwa pembangunan infrastruktur membawa dampak tertentu, namun dampak tersebut dapat diatasi dengan langkah-langkah mitigasi yang tepat.

Milestone: kereta cepat Halim - Padalarang

Pembangunan jalur kereta cepat Halim - Padalarang dapat dicatat sebagai tonggak sejarah dalam upaya pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur transportasi. 

Proyek ini tidak hanya sekadar menghubungkan dua lokasi, tetapi memiliki visi ambisius untuk membuka konektivitas yang lebih luas, meningkatkan efisiensi transportasi, dan merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat di sepanjang jalurnya.


Kecepatan luar biasa mencapai 365 km/jam menjadi ciri khas utama proyek oembangunan infrastruktur ini. Tak hanya sekadar sebuah kereta cepat. Proyek ini menciptakan revolusi dalam cara kita memandang transportasi darat. 

Kemampuan untuk memangkas waktu dan jarak tempuh secara signifikan tidak hanya memberikan kenyamanan bagi para penumpang, tetapi juga membuka peluang baru dalam konektivitas antarkota dan antarwilayah.

Pentingnya proyek ini tak hanya terletak pada kecepatan, melainkan juga pada konsep uniknya. 

Dengan menempatkan pesawat udara di atas rel kereta, proyek ini menciptakan suatu keajaiban teknologi yang menggabungkan kecepatan udara dengan kenyamanan transportasi darat. Inovasi ini tidak hanya memberikan solusi untuk mobilitas yang lebih baik, tetapi juga menjadi simbol kemajuan teknologi di sektor transportasi.

Dalam konteks pembangunan masyarakat, proyek jalur kereta cepat ini menjadi pendorong utama bagi dinamika pembangunan ekonomi dan sosial di sekitarnya. 

Peningkatan konektivitas membuka peluang investasi baru, memudahkan distribusi barang dan jasa, serta membantu redistribusi ekonomi di berbagai daerah yang dilalui oleh jalur ini. Dengan kata lain, proyek ini tidak hanya menciptakan jalur transportasi, tetapi juga membuka pintu menuju perkembangan dan kemajuan yang lebih besar bagi masyarakat yang terlibat.

Mengapa China?

Dengan semua aspek tersebut, proyek jalur kereta cepat Halim - Padalarang bukan hanya menjadi infrastruktur yang mencolok. Lebih dari itu, juga sebuah tonggak kemajuan yang menciptakan dampak positif dalam upaya meningkatkan konektivitas, kecepatan, dan dinamika pembangunan masyarakat Indonesia.

Adhi, sebagai sosok kunci dalam proyek pembangunan jalur kereta cepat Halim - Padalarang, memberikan wawasan yang mengesankan tentang kerja sama internasional yang mendasari proyek ini. 

Menurutnya, kolaborasi antara Indonesia dan China tidak hanya sebatas kemitraan biasa. 

China, selain menjadi mitra, turut berkontribusi dalam alih teknologi yang menjadi pilar utama kemajuan proyek ini.

Keterlibatan China dalam menyediakan teknologi canggih dan pengetahuan mendalam dalam pembangunan jalur kereta cepat membuktikan komitmen mereka untuk mendukung perkembangan infrastruktur Indonesia. 

Adhi menekankan bahwa alih teknologi tersebut tidak hanya sebatas peralatan atau sistem, melainkan juga mencakup transfer pengetahuan dan keahlian teknis yang menjadi pondasi keberlanjutan proyek.

16.000 penumpang/ hari

Keberhasilan proyek ini terlihat dari jumlah pengguna yang signifikan, dengan rata-rata sebanyak 16 ribu penumpang yang memanfaatkan layanan kereta cepat setiap harinya. 

Angka ini mencerminkan adopsi yang tinggi dari masyarakat terhadap fasilitas transportasi yang efisien dan inovatif. Kereta cepat ini tidak hanya menjadi sarana perjalanan, tetapi juga menciptakan hubungan yang lebih kuat antarwilayah.

Tentu saja, fasilitas ini tidak hanya menyasar kalangan tertentu. Adhi memberikan gambaran bahwa keragaman kelas tersedia dengan harga tiket yang bervariasi. 

Untuk first class, pengguna dapat menikmati kecepatan dan kenyamanan dengan harga Rp 600.000 untuk sekali perjalanan. Sementara itu, kursi kelas biasa memberikan pilihan yang lebih terjangkau, hanya setengah dari harga first class.

Dengan keterlibatan China, kesuksesan operasional, dan pilihan kelas yang tersedia, proyek jalur kereta cepat Halim - Padalarang menjadi sebuah contoh nyata bagaimana kolaborasi internasional dapat menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya efisien tetapi juga dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.

Proyek jalur kereta cepat Halim - Padalarang bukan hanya sebuah sarana transportasi yang efisien, tetapi juga menciptakan sensasi tersendiri bagi para penumpangnya. 

Kecepatan yang luar biasa dan konsep unik pesawat udara di atas rel kereta menciptakan pengalaman perjalanan yang tak terlupakan. 

Inovasi ini tidak hanya memperpendek waktu perjalanan, tetapi juga membawa Indonesia ke tingkat teknologi transportasi yang lebih tinggi.

  • Masri Sareb Putra

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url