PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk: Salah Satu Pemain Industri Sawit Terbesar Indonesia Dan Dunia (4)

sumber gambar: https://londonsumatra.com/Contents/company


SANGGAU NEWS: PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk, atau Lonsum, adalah sebuah perusahaan agroindustri yang berkantor pusat di Jakarta, Indonesia, dan merupakan bagian dari Salim Ivomas Pratama. Lonsum didirikan pada tahun 1906 dan beroperasi sebagai perseroan terbatas.

Baca Akankah Seluruh Indonesia Ditanami Sawit?

Lonsum dan anak perusahaannya

Lonsum memiliki sejumlah anak perusahaan, termasuk PT Multi Agro Kencana Prima, dan merupakan bagian dari organisasi induk Salim Ivomas Pratama. Pemilik mayoritas saham Lonsum adalah PT Salim Ivomas Pratama Tbk.

Perusahaan ini terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) dengan kode saham LSIP dan pada tanggal 15 Desember, harga sahamnya adalah Rp 875,00 per lembar.

Lonsum memiliki fokus utama pada industri kelapa sawit, dengan perkebunan kelapa sawitnya tersebar di Sumatra Utara, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Timur. Luas total area perkebunan kelapa sawit inti mencapai 91.151 hektar, terdiri dari 83.742 hektar area dewasa dan 7.409 hektar area belum dewasa. Rata-rata usia kelapa sawit adalah sekitar 19 tahun.

Kemitraan plasma kelapa sawit

Lonsum juga terlibat dalam kemitraan plasma kelapa sawit dan karet dengan luas area mencapai 35.064 hektar.

Baca Wilmar International - Perusahaan Sawit Terbesar Di Indonesia

Untuk memproses buah segar kelapa sawit (Fresh Fruit Bunches/FFB), Lonsum mengoperasikan 12 pabrik minyak kelapa sawit dengan kapasitas total sekitar 2,7 juta ton per tahun.

Lonsum telah memulai proses sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sejak tahun 2013, dimulai dengan sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan pertama di Sumatra Utara. Upaya ini mencerminkan komitmen Lonsum terhadap praktik pertanian yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Dok Lonsum.

Kegiatan utama Lonsum melibatkan pemuliaan tanaman, penanaman, panen, pengolahan, dan penjualan produk kelapa sawit, karet, benih kelapa sawit, kakao, dan teh. Pada awalnya, Lonsum menanam beragam tanaman seperti karet, teh, dan kakao. 

Baca PT Salim Ivomas Pratama Tbk : Salah Satu Pemain Top Industri Sawit Indonesia Dan Dunia

Perkebunan kelapa sawit Lonsum dimulai pada tahun 1980-an, dan sejak saat itu, kelapa sawit telah tumbuh dan menjadi tanaman utama serta kontributor pertumbuhan utama bagi perusahaan.

Saham di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya

Lonsum mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia) pada tahun 1996. Pada tahun 2007, Indofood Agri Resources Ltd. (IndoAgri) melalui anak perusahaannya, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), mengakuisisi dan menjadi pemegang saham mayoritas Lonsum. Sejak akuisisi tersebut, Lonsum menjadi bagian dari grup PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) dan bersinergi dengan perusahaan lain di bawah grup Indofood.

Perkebunan Lonsum terletak di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi. Pada tanggal 31 Desember 2022, total luas area inti yang ditanam adalah 111.240 hektar, terdiri dari 91.151 hektar kelapa sawit, diikuti oleh 16.074 hektar karet, dan 4.015 hektar tanaman lainnya, terutama kakao dan teh. Kemitraan plasma kelapa sawit dan karet mencapai 35.064 hektar.

12 pabrik minyak kelapa sawit

Lonsum mengoperasikan 12 pabrik minyak kelapa sawit di Sumatra dan Kalimantan, dengan kapasitas pengolahan buah kelapa sawit (Fresh Fruit Bunch/FFB) mencapai 2,7 juta ton per tahun. Lonsum juga mengelola 3 fasilitas pengolahan karet crumb, 2 fasilitas pengolahan lembar karet, sebuah pabrik kakao, dan sebuah pabrik teh.

Baca PT Dharma Satya Nusantara Tbk, Salah Satu Pemain Top 10 Industri Sawit Indonesia Dan Dunia

Pusat Penelitian dan Pengembangan, Sumatra Bioscience atau SumBio, di Bah Lias, Sumatra Utara, memainkan peran sentral dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman Lonsum. 

SumBio juga dikenal dalam industri sebagai produsen benih kelapa sawit unggul.

Sertifikasi Minyak Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO) dimulai sejak tahun 2013. Menyusul sertifikasi minyak sawit berkelanjutan pertama di Sumatra Utara. 

Pada akhir 2022, Lonsum telah mencapai 254.000 ton CPO bersertifikat ISPO atau 99% dari total produksi CPO di area inti.

(Rangkaya Bada)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url