Sawit di Kalimantan dengan Sejumlah Catatan

SANGGAU NEWS : Sawit dapat diterima sebagai komoditas yang memakmurkan. Dengan sejumlah catatan yang harus diperhatikan sekaligus dinyatakan dalam tindakan.

Pembatasan luas lahan hingga maksimal 1/5 dari total wilayah adalah salah satu cara untuk menghindari kerusakan lingkungan dan deforestasi.

 Sawit. Kooditas industri yang kini menjadi primadona. Sedemikian rupa, sehingga bukan saja disebut "emas hijau", melainkan telah berkembang dan berubah menjadi alat ekonomi politik dan politik ekonomi.

Baca Sawit Indonesia Pasca "Permainan" Ekspor (CPO) Pada 23 Mei 2022

Pengembangan industri kelapa sawit memang menjadi topik yang sangat penting, terutama dalam konteks lingkungan, sosial, dan ekonomi. 

Dalam mengembangkan industri sawit ini dengan berkelanjutan, ada beberapa prinsip yang dapat diikuti untuk memastikan dampak positif pada lingkungan, masyarakat, dan ekonomi:

  1. Batasan Lahan: Untuk mencegah deforestasi dan kerusakan lingkungan yang parah, penting untuk membatasi penggunaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit. Batasan maksimal 1/5 dari luas seluruh lahan adalah pendekatan yang baik. Ini dapat mencakup penghijauan kembali lahan yang telah ditebang atau didegradasi.
  2. Pemilikan dan Manajemen Lahan: Pemilikan lahan kelapa sawit harus mencerminkan kepentingan masyarakat lokal. Ini bisa dicapai dengan mengutamakan kepemilikan masyarakat atau petani kecil daripada perusahaan besar. Program kemitraan antara perusahaan kelapa sawit dan petani lokal dapat menjadi solusi yang baik. Dalam hal ini, penting untuk memastikan bahwa hak kepemilikan dan manajemen lahan dihormati dan dijamin secara hukum.
  3. Aspek Hukum, Adat, dan Sosial Ekonomi: Dalam proses pengembangan industri kelapa sawit, perlu mempertimbangkan hukum-hukum yang ada, termasuk regulasi lingkungan dan hak masyarakat adat. Sosial ekonomi masyarakat setempat harus diperhatikan, dan mereka harus terlibat dalam proses perencanaan dan pengelolaan kelapa sawit. Ini termasuk menjamin upah yang layak, kondisi kerja yang aman, dan manfaat ekonomi yang adil bagi pekerja dan masyarakat setempat.
  4. Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM): Pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia dalam industri kelapa sawit perlu ditingkatkan. Ini termasuk melatih pekerja di bidang pertanian berkelanjutan, penggunaan pupuk yang bijak, dan praktik-praktik ramah lingkungan.
  5. Distribusi dan Pemasaran: Dalam distribusi dan pemasaran produk kelapa sawit, perlu memastikan bahwa nilai tambah dari produk ini juga dinikmati oleh masyarakat setempat. Hal ini dapat dilakukan melalui kemitraan dengan industri pengolahan lokal dan promosi produk-produk sawit yang berkelanjutan.
  6. Sertifikasi dan Monitoring: Sistem sertifikasi berkelanjutan seperti RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) dapat digunakan untuk memastikan bahwa produk kelapa sawit memenuhi standar lingkungan dan sosial yang ketat. Selain itu, diperlukan sistem pemantauan yang kuat untuk memeriksa ketaatan terhadap regulasi dan praktik berkelanjutan.

Pengembangan industri sawit yang berkelanjutan harus mencakup keseluruhan ekosistem, termasuk aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Dengan mengikuti prinsip-prinsip ini, industri ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan sambil melindungi lingkungan dan masyarakat setempat.

Syarat Sawit
Sawit dapat diterima sebagai komoditas yang memakmurkan, dengan catatan yang harus diperhatikan adalah aspek lingkungan. Pembatasan luas lahan hingga maksimal 1/5 dari total wilayah adalah salah satu cara untuk menghindari kerusakan lingkungan dan deforestasi.

Selain itu, pola kepemilikan lahan juga harus diatur sehingga lebih banyak dimiliki oleh masyarakat daripada perusahaan, terutama mengingat perusahaan tersebut adalah pendatang. Hal ini harus diterapkan, kecuali dalam kasus sawit mandiri.

Baca Sanggau, Sawit, Dan Credit Union

Perlu juga memperhatikan aspek hukum, adat, serta sosial ekonomi dalam semua aspek kepemilikan lahan, proses, pengelolaan, distribusi, dan pemasaran sawit. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua pihak terlibat diuntungkan dan terlindungi.

Kita ingin menyoroti situasi sawit sebagai komoditas industri di Kalimantan Barat. Provinsi ini memiliki wilayah yang luas, tetapi sebagian besar telah dialokasikan untuk industri ekstraktif, terutama pertambangan dan perkebunan kelapa sawit. Luas konsesi pertambangan dominan, dan jumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP) juga tinggi.

Sektor sawit juga memiliki lahan yang signifikan, begitu juga dengan sektor Hutan Tanaman Industri (HTI). Beberapa daerah, seperti Kabupaten Sanggau, menghadapi masalah ketika luas konsesi industri ekstraktif melebihi luas seluruh wilayah kabupaten tersebut.

Bauksit adalah komoditas utama pertambangan di sana, yang digunakan dalam berbagai industri seperti pembuatan aluminium, perabotan, bangunan, keramik, besi, dan lainnya.

Tumpang tindih izin pertambangan di beberapa wilayah juga menjadi masalah yang perlu diatasi. Sayangnya, meskipun wilayah ini kaya akan sumber daya alam, kesejahteraan masyarakat setempat tidak meningkat.

Beberapa desa di Kecamatan Tayan Hilir, misalnya, menghadapi tekanan dari izin pertambangan dan perkebunan sawit. Hal ini telah mempengaruhi mata pencaharian masyarakat, seperti nelayan dan petani.

Baca Indonesia Dan Malaysia Kuasai 85% Lahan Sawit Dunia

Perwakilan warga telah menyuarakan kekhawatiran mereka dan dampak negatif yang diakibatkan oleh perusahaan tambang dan perkebunan sawit. Danau Semenduk, yang merupakan sumber mata pencaharian nelayan, tercemar oleh limbah dari perusahaan tambang.

Perusahaan-perusahaan ini juga belum memenuhi kewajiban reklamasi, yang berkontribusi pada kerusakan lingkungan.

Selain itu, beberapa desa masih belum memiliki akses listrik, meskipun perusahaan-perusahaan di wilayah tersebut mendapatkan izin dan mengoperasikan bisnis mereka. Ini adalah masalah serius yang harus diatasi.

Saat ini, regulasi yang ada belum sepenuhnya berhasil mengatasi masalah ini. Banyak perusahaan masih melanggar hukum dan merugikan lingkungan serta masyarakat adat yang seharusnya dilindungi oleh undang-undang. (Rangkaya Bada)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url