Theresa Christya: Perempuan Dayak Membangun Citra Baru Pengusaha Jamu

 

  • Produk jamuTheresa dalam promosi. kredit gambar: suaratangsel.com
Theresa Christya contoh nyata dari perubahan arah pandangan dan tekad kuat generasi milenial dalam menjalani karier dan usaha. 

Sebagai seorang yang memiliki akar Dayak, Theresa Christya telah berhasil memutar jarum jam tradisional dengan menjadi seorang pengusaha yang menetapkan arahnya sendiri.

Di tengah era modern yang serba cepat, Christya memilih jalur kewirausahaan segera setelah menyelesaikan pendidikannya. Ia bukan mencari pekerjaan konvensional seperti lazimnya.

Theresa, atau Tesa, memperlihatkan generasi milenial memiliki semangat dan pandangan baru terhadap karier dan usaha.

Dalam konteks usaha jamu, Theresa memainkan peran penting sebagai seorang perintis dengan citraan yang sangat berbeda. Berbeda dari citraan "si mbok Jamu" yang umumnya diasosiasikan dengan penjual jamu keliling dengan berpenampilan tradisional. 

Theresa menghadirkan citra baru tukang jamu, dengan penampilan yang modis, kontemporer, dan sesuai dengan zaman. Ia membuktikan bahwa menjadi pengusaha jamu tidak harus mengikuti norma-norma yang sudah ada sebelumnya.

Sosok Theresa, atau Tesa, memperlihatkan bahwa generasi milenial memiliki semangat dan pandangan baru terhadap karier dan usaha. Ketika bertemu sesama teman kuliah, pertanyaan yang diajukan bukan lagi "Kerja di mana?" melainkan "Usaha/bisnismu apa?" 

Hal ini mencerminkan pergeseran dalam cara pandang generasi muda terhadap karier dan kesuksesan. Bagi mereka, menjadi pengusaha adalah sesuatu yang membuat mereka bangga dan berharga.

Tesa juga mempertontonkan keberanian dalam mengambil risiko. Meskipun memiliki latar belakang pendidikan yang cemerlang, ia tidak memilih jalur aman dengan bekerja di perusahaan lain. Sebaliknya, ia memutuskan untuk membangun usaha sendiri. Pandangan ini mencerminkan sikap bahwa pendidikan bukanlah sekadar untuk mencari pekerjaan, tetapi untuk mengasah keterampilan dan pengetahuan yang akan membekali dirinya dalam menghadapi tantangan hidup.

Pendekatan berbeda yang diambil oleh Theresa menggambarkan semangat kewirausahaan yang mengutamakan kreativitas, inovasi, dan kepemilikan. 

Meskipun memiliki peluang untuk bekerja di tempat yang lebih besar, ia memilih untuk menjadi pemilik usaha sendiri. Dalam filosofi ini, ia memandang bahwa menjadi "raja kecil" dalam usahanya sendiri jauh lebih bermakna daripada menjadi "patih besar" di perusahaan orang lain.

Theresa. Foto: ist.
Lebih jauh lagi, Theresa memainkan peran penting dalam mengembangkan dan memodernisasi bisnis tradisional jamu. Dengan menghasilkan jamu rebus alami yang khas dari budaya Dayak, ia memberikan sentuhan baru yang mengedepankan kualitas dan manfaat bagi kesehatan tubuh. 

Selain itu, ia juga menerapkan strategi pemasaran daring (online), membuktikan kemampuan adaptasi generasi milenial terhadap perkembangan teknologi.

Theresa Christya adalah contoh inspiratif dari generasi milenial yang berani dan kreatif dalam menghadapi tantangan zaman. Ia tidak hanya menjadi seorang pengusaha sukses, tetapi juga menjembatani tradisi dengan inovasi, serta mengubah pandangan tentang karier dan usaha di kalangan generasi muda. *)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url